Review 500km Menggunakan Olie Diesel Rimula R4X New Scorpio Z
Akhirnya setelah menempuh jarak kurang lebih 500km, atau tepatnya 566km dari penggantian oli, dimana kali ini yang mendapat giliran review adalah HDEO Shell Rimula R4X atau dalam bahasa mudahnya adalah Oli Diesel yang sudah saya posting disini beberapa waktu yang lalu. Maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk sedikit saya memberika testimoni apa dan bagaimana yang saya rasakan setelah 500km menggunakan oli yang sebenarnya dikhususkan untuk mesin diesel ini.
Rute & Kondisi Jalan
Dalam test kali ini, rute yang saya tempuh cukup beragam. Rute yang biasanya saya lewati dari Boyolali – Pemalang. Berupa rute yang kompleks, yg terdiri dari jalan datar, tanjakan, liukan pengunungan, kemacetan pantura, jalan mulus, jalan berlubang dan kondisi rupa-rupa yang kiranya saya nilai cukup untuk pengetesan.
Motor, Rider & Kelengkapannya
Motor menggunakan New Scorpio Z dengan beberapa korekan minimalis di mesin sprt Porting Polish & Setting by WD Garage, busi TDR Iridium, 2 buah 9Power, Ferrox Air Filter, Full Pertamax 92, Battlax BT45 130 dan 110, Gir Belakang sudah diubah ke SSS 43 mata. Bobot rider 80kg, ditambah pannier almu kanan-kiri dan top box dengan perkiraan total weight-nya sekitar 40Kg. Jadi rider+muatan kurang lebih 120kg.
Tarikan dan Akselerasi
Lebih berat dibanding MCO (Motorcycle Oil) yang saya pake sebelumnya yakni Motul Gold 3100 SAE 15W-50, namun lebih ringan daripada oli mesin ber-SAE 20W-40 lainnya seperti Enduro 4T dan Yamalube. Meski demikian, untuk Stop-N-Go dalam kemacetan masih lancar dan tidak tersendat.
High Rpm & Top Speed
Saya kurang mengeksplore Top Speed, namun untuk high rpm, rasanya mirip-mirip dengan enduro racing dimana pada rpm diatas 8500, sudah mulai agak garing namun power masih cukup terjaga meski cenderung beranjak turun dengan pelan. Hal yang berbeda saya temui pada waktu menggunakan Motul Ester 5100, dimana sampai rpm 9500 pun power masih padat.
Kopling & Perpindahan Gigi
Perpindahan gigi sangat halus, smooth sekali. Dan sekian banyak yang pernah saya pakai, ini yang paling halus. baik di rpm bawah, menengah maupun putaran atas perpindahan gigi sangat-sangat halus. Pada tingkat kemacetan yang tinggi, oli yang saya pake sebelumnya yakni Motul Ester 3100 sudah menunjukkan gelaja slip kopling ketika melebihi 30 menit di dalam kemacetan. Dan saya pernah mengalami kurang dari 30 menit ketika kemacetan dipadukan dengan tanjakan, stop-n-go dan sering setengah kopling. Simulasi yang hampir sama saya coba terapkan pas di tengah kemacetan di sekitar Pekalongan, cukup lama berjibaku di tengah cuaca yang panas, padat merayap, stop-n-go dan sesekali saya sengaja setengah kopling, dan luar biasa… tidak ada tanda-tanda sedikitpun slip kopling. Panas mesin memang sangat terasa, namun gelaja power drop masih jauh. Untuk poin ini, melebihi ekspetasi saya yang tadinya saya kira akan ngempos di kemacetan, tapi ternyata run perfect.
Konsumsi BBM
Tidak begitu saya perhatikan, namun dari perkiraan saya perbedaan konsumsi bbm saya kira tidak signifikan baik lebih irit maupun lebih boros. Karena saya bandingkan secara rata-rata dari jarak tempuh, hasilnya sama saja. Untuk jarak sekitar 220km, menghabiskan sekitar 7 liter pertamax.
Drop Test
Berikut in adalah hasil drop test dari penggunaan oli Shell Rimula R4X setelah 500km.

Masih cukup bagus
Hasil drop test ternyata masih cukup bagus, dan saran dari temen temen di forum juga lanjutin aja sampai 1000km dan lihat lagi hasilnya. Akhirnya saya putuskan menambah lagi 500km sebelum dran di proses flushing #1 ini. Cukup bersih saya lihat, coz memang si pio belum lama bongkar mesin buat bersihin kerak dan ganti paking.
Demikian review singkat saya, beda oli, beda motor, beda rider akan beda juga hasilnya, akan beda juga rasanya dan pasti beda juga reviewnya. Selamat bereskperimen …
Udah lama pngen nyoba jg bwt tirev. Tp msh iya dan gak, hehehe..
Bwt pemakaian jangka lama ntr ada pngaruh negatif pa gk yah.
sejauh ini (skrg pakai PFD_ fine-fine aja.. tapi beda pengguna biasanya beda pengalaman
Shell rimulla rx4 sama pfd menurut pean lebih enak mana mas?
klo menurut saya, lebih josss PFD. smp skrg saya pake PFD. Ke depan ni mau icip2 PFT Ungu, klo ga enak, ntar kembali ke PFD lagi. 🙂
sudah di 600km pertama ini bro tunggu beli gelas takar dulu baru flushing kemaren main kira-kira soalnya hahaha
iki sing jenenge eksperiman sesat berbuah jalan kebaikan
http://satuaspal.com/2015/06/12/cairan-anti-bocor-perlu-nggak-ya/
aku yo wis nganggo, merk M-One. per botol 52 ribu. 😀 sementara ini alhamdulillah lancar jaya, tekanan hampir tidak berkurang. tiap 2-3 bulan paling cuman turun 1 bar