Acara OSMB dimulai dengan sambutan hangat dari pihak universitas. Mulai dengan pemutaran video sambutan dari Rektor Universitas Terbuka Bpk. Dr. Muhammad Yunus kemudian dilanjutkan sambutan dari Direktur Universitas Terbuka Surakarta Ibu Dra. Yulia Budiwati. Melalui sesi pembukaan ini, saya merasa diterima sebagai bagian dari komunitas pembelajar yang luas, meskipun Universitas Terbuka memiliki konsep berbeda dibandingkan dengan universitas konvensional. Penjelasan mengenai struktur pembelajaran, penggunaan teknologi, dan pentingnya manajemen waktu menjadi inti dari sesi-sesi awal. Hal ini sangat membantu saya memahami bagaimana belajar secara mandiri dengan tetap terhubung melalui platform online.
Penasaran
Kuliah lagi ? serius ?
Kuliah dimana ? Ambil jurusan apa ?
Kurang repot ?
UT susah lulusnya lho, serius ambil UT ?
Kira-kira begitulah pertanyaan dari sekian teman-teman, relasi, keluarga yang baru saja mengetahui ketika saya memutuskan sekolah lagi di UT. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dimanapun, kapanpun, kepada siapapun kita dapat belajar tentang banyak hal. Mungkin suasana belajar di kampus adalah sesuatu yang mewah, yang sekitar 20-an tahun yang lalu hanya menjadi mimpi buat saya. Perlu sekitar 22 tahun untuk saya akhirnya menjadi mahasiswa, yaa.. 22 tahun akhirnya resmi menjadi mahasiswa. Meski bukan mahasiswa mainstream yang mesti datang ke kampus untuk belajar, namun UT menawarkan cara yang berbeda, dimana tantangan belajarnya tidak lain tidak bukan adalah diri sendiri.
Sesuai dengan adat dan istiadat sebagai mahasiswa baru, maka mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru mutlak dan wajib. Kalau di UT disebutnya OSMB. Rangkaian dalam OSMB UT sendiri ada 4, OSMB, PKBJJ, Workshop Tugas dan Klinik Ujian yang dilaksanakan selama 3 hari. Hampir seharian penuh, mulai jam 9 sampai jam 3 sore. Melelahkan, tapi cukup worthed karena banyak sekali yang bisa kita dapatkan dalam acara tersebut, terutama sebagai mahasiswa baru yang notabene mesti tahu hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika nanti mengikuti kegiatan kuliah, apalagi jarak jauh.
Materi Penting
Dalam OSMB ini diberikan penjelasan mengenai struktur pembelajaran, penggunaan teknologi, dan pentingnya manajemen waktu menjadi inti dari sesi-sesi awal. Hal ini sangat membantu saya memahami bagaimana belajar secara mandiri dengan tetap terhubung melalui platform online. Saya juga mendapatkan banyak tips praktis, seperti cara mengatur jadwal belajar, memanfaatkan sumber belajar online, hingga cara mengerjakan tugas-tugas dengan efisien.
Tidak hanya itu, melalui OSMB saya juga berkesempatan untuk menjalin relasi dengan mahasiswa lainnya. Diskusi kelompok kecil yang diadakan selama acara memungkinkan kami untuk saling berbagi pengalaman, latar belakang, dan harapan. Rasanya menyenangkan mengetahui bahwa meskipun berbeda usia, profesi, atau lokasi, kami memiliki semangat yang sama untuk terus belajar.
Hal Menarik
Salah satu momen paling menarik adalah pengenalan fitur-fitur yang tersedia di situs Universitas Terbuka, seperti tutorial online, perpustakaan digital, dan cara mengakses materi kuliah. Meski diwarnai dengan kesulitan aktivasi, kesulitan login dan beraneka ragam case lainnya, tapi tetap seru. Beberapa solusi memang butuh waktu dan kejelian, saya sendiri ketika aktivasi E-Learning milik istri saya, juga sempat harus membuat ticket support sampai 3 kali di Halo UT.
Kembali Menjadi Teman Sekampus
Oh iya, saya kuliah ini bersama istri juga barengan. Mengulan kembali jadi teman satu kampus ๐ haha. Beda jurusan, kalau saya ambil prodi Sistem Informasi, sedangkan istri ambil Prodi Manajemen. Biar ilmunya saling melengkapi. Hanya saja kebetulan kami tidak barengan dalam mengikuti OSMB, karena istri daftar belakangan, karena butuh ijazah yang harus dilegalisir ke sekolah asal.
Conclusion
Overall, melalui OSMB, saya tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang bagaimana menjadi mahasiswa Universitas Terbuka, tetapi juga mendapatkan dorongan semangat untuk berkomitmen dan mencapai tujuan akademik saya. Acara ini benar-benar membantu saya mempersiapkan diri, baik secara teknis maupun mental, untuk menjadi pembelajar yang mandiri dan disiplin.
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!