Kiprok DC L12 Generasi Ketiga
Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahasa soal Kiprok Generasi 2 a.k.a New Bluebox produksi dari Bengkel L12 Sawangan Depok disini dan uji cobanya disini, maka kali ini datang ke meja redaksi Kiprok DC L12 Generasi Ketiga. Mari kita lihat apa saja perkembangannya.
Body
Sedikit berbeda dengan seri pendahulunya, Kiprok DC L12 generasi ketiga ini dibalut dengan alumunium yang berfungsi juga sebagai pendingin dari rangkaian yang berada di dalamnya. Dengan dimensi tidak berbeda jauh dengan seri sebelumnya, cukup besar dan tetap mempertahankan warna biru sebagai ciri khasnya. Body yang cukup besar ini mungkin agak sedikit menyulitkan ketika dipasang. Namun keberadaan lubang di body kiprok cukup membantu sebagai lubang tempat baut untuk mounting ke rangka motor.

Body masih cukup bongsor sehingga mungkin agak sulit untuk menemukan lokasi yang pas untuk menaruhnya.
Saya menaruh kiprok ini di dalam bagasi di bawah jok motor. Saya taruh di sisi dan posisinya memang pas sekali. Tentunya kabel ke kiprok dikeluarkan dari jalurnya agar sampai ke posisi ini.
Kabel dan Socket
Satu hal yang menarik perhatian saya adalah socket bawaan. Kalau di versi sebelumnya, socket mesti kita pasang sendiri, maka di versi ini socket sudah termasuk dalam paket. Kebetulan di unit yang saya terima, socket menggunakan skun yang biasa alias cukup tipis. Hal ini sudah saya konfirmasi ke produsen dan saya juga memberikan saran untuk ke depan agar menggunakan socket yang lebih besar. Agak sedikit mahal tapi tentunya dapat menyalurkan arus lebih maksimal dan tahan terhadap arus tinggi.
Kalau mungkin Anda mendapatkan unit yang sama dengan saya, lebih baik skunnya diganti dengan yang lebih tebal. Merk Utilux sudah bagus kok, dengan harga kisaran Rp1.500 /biji atau Rp3.000/pasang.
Spesifikasi Teknis
sMenurut produsennya yakni Bengkel L12 Sawangan Depok, kiprok generasi ketiga ini memiliki limitasi tegangan hingga 15.4 volt. Lebih rendah dari versi kedua dan pertama. Di versi kedua saya sendiri bisa mencapai 15.8 volt, sangat cocok sekali dengan motor yg peralatan lenongnya tingkat medium dalam konsumsi arus. Sedangkan pada versi pertama saya bisa mendapat sampai 17 volt lebih dan karena menurut produsennya memang spesial dirancang untuk konsumsi beban besar.
Jadi kalau motor sampeyan tidak ada perangkat aksesoris yang butuh beban besar alias cuman standaran, tidak disarankan memakai yang versi pertama dan kedua. Nah, di versi ketiga ini saya kira lebih cocok. Tapi nanti akan kita uji lagi sejauh mana kiprok ini menjalankan tugasnya. Uji pertama rute pendek sekitar 75km (PP total 150km), dan uji kedua mengambil rute menengah sekitar 250km (PP total 500km)
Ok, demikian review pertama hari ini, tunggu next reviewnya ya sobat, sambil kita intip dalemannya dan tentunya hasil uji buat jalan … 😀
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!