Kabel RPM Putus Itu Sesuatu Banget

Bagi penyemplak motor laki alias batangan, keberadaan RPM Meter sangat penting. Paling tidak bagi saya sendiri, dimana dengan adanya RPM Meter saya dapat mengontrol cara yg efisien sesuai dengan power yg dimiliki oleh motor. Kira-kira gitu lah.. soal teknisnya mungkin kawan2 yg berpengalaman di bidangnya jauh lebih paham. Yg jelas, buat saya, RPM Meter ini mutlak harus ada dan berfungsi normal. Ketika riding pun saya lebih sering melihat pergerakan jarum rpm daripada speedometer. Meski cuman sekedar memastikan up-shift dan down-shift di timing yang tepat.

Sebenarnya ini udah agak lama, tepatnya akhir Maret kemarin. Waktu itu dalam perjalanan pulang dari Pemalang, dan kira-kira baru 5-10 menit meninggalkan lokasi, ee ladhalah.. kok jarum RPM nya cuman duduk manis di pojokan sebelah kiri.. hadeh… pasti putus nih. Soalnya mang sejak pemasangan engine guard, saya ga begitu ngeh dengan posisi kabel yang seharusnya di tata ulang biar tidak terlalu menekuk atau terjepit.

 [lightbox full=”http://khoirulimamudin.info/wp-content/uploads/2015/05/kabelrpm1.jpg”]

Kabel rpm yang putus

[/lightbox]Jalan dengan jarum RPM yang diam seribu bahasa membuat perpindahan gigi hanya mengandalkan feeling dari raungan mesin… bener2 tidak nikmat buat saya yang terbiasa serba tekniss 😀 😀 OK.. ok… harusnya sebagai biker harus peka dengan keadaan mesin yg ditungganginya.. tapi kembali ke saya lagi, saya just rider yg memanfaatkan kendaraan untuk mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya, yg tahunya beres dan misalpun mengerti soal teknis kendaraan, hanya sebagian kecil aja. Mau belajar lebih dalam soal motor… haaah… tampaknya kerjaan saya jauh lebih penting.. hehehe..

Pokoknya serba ga enak.. ada sensasi yang kurang gitu.. hehe.. sebelum sampai rumah.. saya sempatkan mampir di delaer langganan yang lokasinya cuman 5 menit dari rumah buat beli kabel rpm yang baru. Alhamdulillah ready in stok. Cukup dengan mahar 31 ribu rupiah saja, kabel rpm baru dan original sudah berpindah tangan. Sesampai di rumah dan setelah istirahat beberapa jam, bongkar tuh head unit mulai dari lampu sampai pretelin speedo buat ganti kabelnya. Sebenernya mudah ada, tinggal cabut kawat dalemnya, trus ganti yang baru. Cuman saya pikir, ketika kabel rpm putus, kemungkinan lapisan dalamnya juga pasti sudah ga mulus, jadi lebih baik ganti sekalian. Toh partnya memang sudah komplit sama luarnya, tinggal plek.

[lightbox full=”http://khoirulimamudin.info/wp-content/uploads/2015/05/kabelrpm2.jpg”]

Sil karet yang putuss

[/lightbox]Cuman sayangnya, part barunya tidak menyertakan sil karet kecil di pangkal kabel yang terhubung ke blok four. Mungkin lagi nasib, pas masang kembali sil lama ke kabel yg baru, teessss… putus pemirsa… ternyata udah getas. Dan karet ini juga sudah fitur yang mengakibatkan oli sering bocor dari area sini. Akhirnya muter-muter dari bengkel satu ke bengkel yang lain tapi tidak nemu barang 1 biji pun yang sama persis. Waduhh.. ada yg lebih gede dan tebel yg akhirnya saya amplas biar tebelnya sama dengan yg aslinya.. Plek.. kabel rpm pun terpasang dengan sukses dan jarum rpm sudah kembali mernari dan bergoyang. Setelah itu, jalur kabelnya saya perbaiki biar ga begitu tertekuk / terjepit untuk meminimalisir kabel mudah putus kembali.

3 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.